Tahun 2013, Eranya Smartphone dan Tablet Kuntadi – Koran SI

Senin, 28 Januari 2013 18:29 wib
detail berita

ilustrasi

YOGYAKARTA – Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) memprediksi, tahun 2013 akan menjadi masa kejayaan bagi penjualan smartphone dan tablet. Produk ini bakal menguasai pasar, menggantikan penjualan laptop atau notebook.

Ketua Apkomindo DIY, Budi Setiawan mengatakan, trend penjualan gadget ini sudah terasa sejak 2012 lalu. Pertumbuhan pasarnya cukup tinggi dan mampu mengalahkan pasar notebook yang sempat merajai beberapa tahun sebelumnya. “Dominasi tablet dan smartphone ini masih akan terjadi pada tahun ini,” jelas Budi Setiwan, Senin (28/1/2013).

Menurutnya, kondisi pasar saat ini antara tablet dan laptop masih seimbang, namun diprediksi penjualan tablet dan smartphone akan melejit dan mengalahkan laptop. Smartphone cukup praktis dan fleksibel dipakai. Selain bentuknya tipis, juga mudah untuk mengakses internet.

Sedangkan laptop kerap masih membutuhkan perangkat tambahan. “Koneksi tablet dan smartphone untuk internet cukup agus karena didukung Operating System yang handal,” ujarnya.

Biasanya mereka yang memiliki tablet telah memiliki laptop sebelumnya. Karena kurang praktis, laptop menjadi second gadget bagi para pemiliknya.

Mereka lebih memilih tablet yang bisa dibenamkan untuk mengakses telefon. Apalagi banyak tablet dengan harga yang terjangkau dengan teknologi yang maju. “Prediksi kita di 2013 pasar tablet bisa diatas 40 persen,” jelasnya.

Sementara itu untuk PC dipastikan tidak akan tergantikan. Pasar PC selama ini stagnan dan segmen pasarnya dibawah 20 persen. Namun setiap tahun, penjualan cukup stabil dan selalu ada permintaan. Banyak pekerjaan kantor yang hanya bisa diselesaikan dengan computer meja ini.

Selain itu, ada beberapa kelebihan PC yang tidak ditemukan pada produk pesaingnya. Misalnya untuk menggambar bagi arsitektur, atau untuk server. “Komputer tetap stabil dan sulit digantikan,” tutur Budi.
(amr)

Advertisements

Inilah Bocoran Komponen untuk iPhone 5S & 6

Senin, 28 Januari 2013 16:30 wib
detail berita

Bocoran komponen iPhone 5S & 6

CALIFORNIA – Meski belum ada konfirmasi terkait pengembangan iPhone 5S dan 6 dari ‘mulut’ Apple, namun sebuah gambar yang diklaim sebagai salah satu komponen di perangkat tersebut terungkap di jagad maya.

Gambar yang bocor itu diklaim sebagai komponen modul speaker untuk smartphone Apple mendatang, iPhone 5S dan 6. Demikian dilansir dari Softpedia, Senin (28/1/2013).

Situs asal Perancis yang beralamat di nowhereelse.fr menggambarkan perbandingan  komponen modul speaker pada iPhone 5, 5S, dan 6. Dari gambar itu, nampaknya iPhone 5S akan menggunakan modul speaker yang lebih besar dan menguatkan rumor iPhone dengan ukuran yang lebih besar — iPhone Math.

China Times melaporkan, Apple akan meluncurkan tiga iPhone pada tahun ini, salah satunya mengusung layar 4,8 inci yang dijuluki “iPhone Math”. Sumber itu mengatakan, iPhone 4,8 inci akan menjadi perangkat “phablet” Apple.

Sementara itu beberapa waktu lalu, CEO Apple Tim Cook menanggapi laporan tersebut, “Kami telah menaruh banyak pemikiran ke dalam ukuran layar dan kami pikir telah menentukan pilihan yang benar,” ucapnya. (fmh)

Rusia Gerah dengan Virus ‘Red October’

MOSKOW – Pergerakan virus ‘Red October’ nampaknya membuat pemerintah Rusia khawatir. Karenanya, Presiden Vladimir Putin memerintahkan penerapan struktur baru untuk menyelematkan negaranya dari serangan siber (cyberattack).

The Voice of Rusia mewartakan, struktur ini akan menjadi bagian dari Rusia Federal Security Service (FSB). Demikian dilansir dari Softpedia, Senin (28/1/2013).

Diketahui, Red October merupakan virus yang melancarkan misi spionase melalui jagad maya. Virus diidentifikasi muncul mengumpulkan data dari perangkat mobile, sistem komputer dan peralatan jaringan.

Guna memperkuat keamanan, Negeri Beruang Merah ini telah memiliki beberapa unit untuk menangkal serangan cyber. Para ahli pun menganggap, langkah yang dilakukan Rusia bisa dikatakan logis, mengingat ancaman dari virus ini terus berkembang.

Saat merilis temuan Red October, para ahli dari Kaspersky Lab mengungkap bahwa Rusia bukan hanya sebagai target. Melainkan sebagai basis dari server pengendali virus itu.

“Ada bukti kuat yang menunjukan para penyerang berasal dari Rusia,” kata Kaspersky Lab. (fmh)

XiaoMi Rencanakan untuk Bikin Layanan Chatting di Kawasan Asia Tenggara

Ad

Pasar Asia Tenggara nampaknya sangat potensial. Terlebih di dalamnya ada Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Dan, hal ini pun menarik minat XiaoMi yang merupakan produsen handphone asal negeri Cina.

Dikutip dari The Nextweb, XiaoMi kini telah menjalin kerjasama dengan Mface. Kerjasama tersebut dilakukan terkait dengan perluasan layanan MiTalk ke kawasan Asia Tenggara. Dengan perluasan ini, Xiaomi pun menargetkan penambahan user sebanyak 5 juta orang di luar Cina.

Aplikasi MiTalk sendiri saat ini tersedia untuk semua jenis platform, dari iOS, Android, Symbian, Windows Phone hingga platform PC. Aplikasi ini pun diklaim memiliki user sebanyak 23 juta orang dan hampir sebagian besar berasal dari Cina.

Bersamaan dengan kerjasama ini, XiaoMi dikatakan tengah menyiapkan smartphone baru untuk kawasan Asia Tenggara. Dengan penyematan fitur ini, tentu saja menjadi nilai plus tersendiri bagi pengguna smartphone XiaoMi.

80 Persen Pemilik Smartphone di Indonesia Menggunakan Handphone Pintar dari Samsung

Ad

Pasar Indonesia nampaknya menjadi pasar yang sangat penting bari para produsen smartphone Android. Namun, lebih khusus lagi akan sangat penting bagi Samsung. Produsen smartphone Android terbesar di dunia ini ternyata sangat mendominasi pasar smartphone tanah air.

Andre Rompis, VP Divisi Mobile Samsung Indonesia mengatakan bahwa 80 persen pengguna smartphone di Indonesia ternyata menggunakan handphone milik Samsung. Namun, Rompis mengungkapkan bahwa data tersebut tidak mengungkapkan semua penjualan handphone pintar yang ada di Indonesia.

Tak hanya pasar smartphone, tablet Android milik Samsung pun memperoleh popularitas tinggi di tanah air. Rompis mengungkapkan bawa tablet Samsung Galaxy Tab menguasai sekitar 50 persen pasar Indonesia. Sedangkan 50 persen lainnya dibagi oleh beberapa merek tablet lain.

Perangkat Android saat ini memang tengah menjadi raja di tanah air. Menurut data IDC, perangkat Android menguasai tanah air dengan prosentase sebesar 56 persen. Namun, tantangan cukup besar dihadapi di tahun ini dengan bermunculannya berbagai produk baru, dari BlackBerry 10 ataupun Windows 8.

Tak hanya Handphone, RIM Ternyata akan Produksi Tablet BlackBerry 10 di Tahun ini

Ad

Sejak awal tahun 2013, rumor hingga tampilan fisik handphone BB 10, yakni BlackBerry Z10 dan BlackBerry X10 terus bermunculan. Banyak pihak RIM juga pernah mengungkapkan kalau mereka akan meluncurkan 6 BlackBerry 10 pada tahun ini.

Namun, tak ada yang menyangka kalau RIM ternyata akan mengeluarkan sebuah tablet berbasis BlackBerry 10 OS pada tahun ini. Hal ini memang cukup mengejutkan, terlebih penjualan BlackBerry PlayBook milik RIM kurang begitu bagus.

Konfirmasi mengenai keberadaan BlackBerry 10 tablet tersebut diperoleh dalam sebuah rilis pers yang dikeluarkan oleh RIM baru-baru ini. RIM yang tengah melakukan langkah promosi dalam acara Super Bowl pada 3 Februari mendatang mengungkapkan bahwa mereka akan BB 10, baik smartphone dan tablet, akan bisa dilihat publik dalam ajang Super Bowl XLVII.

Tentu saja hingga kini belum ada bocoran apapun mengenai keberadaan tablet tersebut. Mungkin dalam beberapa waktu mendatang akan muncul informasi lebih detail perihal tablet ini.

Virus Android Berpotensi Mencuri Data Pribadi (Riyandi Andesma – Okezone)

CALIFORNIA – Banyaknya aplikasi palsu yang beredar dalam toko aplikasi online, membuat tingkat keamanan sebuah perangkat akan semakin berkurang. Sulitnya mendeteksi seperti apa aplikasi palsu yang beredar merupakan sebuah masalah tersendiri bagi pengguna .

Dilansir dari PCadvisor, Kamis (23/1/2013), perusahaan keamanan, Symantec, mengklaim dalam sistem operasi Android, sebuah toko aplikasi palsu mampu mencuri 75-450 ribu lembar data pribadi milik pengguna perangkat. Setelah menemukan malware bernama Android Exprespam, Symantec memperoleh data yang menunjukan, terdapat lebih dari 3 ribu kunjungan dilakukan ke toko aplikasi palsu bernama Android Express’s Play dari 13-20 Januari.

“Penipuan dilakukan dalam waktu dua minggu, sehingga saya yakin ini hanya permulaan bagi para penipu untuk mengincar data pribadi lebih banyak lg,”ungkap Joji Hamada, seorang karyawan Symantec.

Perusahaan keamanan ini telah menemukan jenis lain dari toko aplikasi palsu, menggunakan domain yang terdaftar pada Exprespam. Symantec memperingatkan bahwa, toko yang belum memiliki nama dan masih dalam tahap konstruksi ini merupakan jenis malware terbaru yang berada pada sebuah situs.

Untuk semua pengguna ponsel pintar, perusahaan keamanan ini menyarankan untuk hanya men-download aplikasi dari vendor terkenal, hindari mengklik link dalam email dari sumber yang tidak diketahui dan menginstal aplikasi keamanan. (fmh)